Sabtu, 30 Juli 2011

30 Juli; Kakak berjanji hanya sebulan, namun sudah satu tahun dan kakak tidak kembali..

30 Juli, tanggal yang paling dibencinya datang juga. Satu tahun sudah sejak masalah ini dimulai, dan tak akan ada akhir yang baghagia untuknya. Kakaknya sudah pergi meninggalkanya dan tak akan kembali. Sakit karena tak mampu berjalan sendiri tanpa orang yang disayangi. Bagaikan seekor anjing yang dibuang dipinggir jalan, begitulah hidupnya sekarang, kosong tanpa tujuan.
Malam itu Rico memandang kelangit, memejamkan matanya, dan seketika ia berada di depan rumah mereka setahun yang lalu. Ia melihat dirinya sendiri dan kakaknya, namun keduanya seakan tidak dapat melihatnya.
Malam itu takkan pernah dilupakannya. Satu tahun terasa hanya seperti kemarin, dia masih bisa merasakan dekapan kakaknya yang memeluknya sambil  menangis..

"Sudah dek, selamat tinggal.."

Jika waktu bisa diputar, Rico berharap tak akan pernah melepaskan tangan kakaknya. Dan sekarang, dengan sayap yang terbentang lebar ke langit, ia melayangkan dirinya ke udara dan menjatuhkannya ke tanah. Darah mengalir dari hidungnya, namun tak ada sesuatu yg lain dirasakannya. Taringnya pun ditancapkan ke lengannya dan darah mengalir dari nadinya, namun luka itu seperti hal yang biasa-biasa saja.
3 tahun dia tidak bisa terlelap disaat malam, dan sekarang ia tidak bisa merasakan rasa sakit sedikitpun. Dulu silet bisa membantunya untuk mengalihkan beban mental menjadi rasa sakit fisik, namun sekarang ia sudah tidak bisa lagi merasakan apa-apa. Terbawa emosi dan memaki-maki dirinya sendiri, menjadi melankolis dan melakukan masokisme, ia sadar bahwa satu tahun terakhir sudah merubahnya menjadi seseorang yang ia tidak kenal..

Tak sanggup lagi menjalani hidup dibawah kutukan. Dia hanya berharap kakaknya kembali dan menolongnya melepaskan belenggu ini.

"Even your sorry won't heal the wound. But your presence will make me feel better.."

Sabtu, 14 Mei 2011

Lucid dan Penunggang Kuda Pucat

Terjatuh dari jendela apartemen kedalam sebuah bak sampah, aku hanya bisa terlentang menatap langit gelap yang mendung dini hari itu. Bangkit dan merangkak keluar dari tempat pembuangan, sadarlah aku bahwa ini adalah gang yang sama ditempat aku disalib terbalik. Salib itu masih terikat mengantung di tengah gang dengan rantai-rantai yang bersimpangan dan menjulur dari dalam jendela-jendela kamar. Bercak darah masih terlihat basah dan menetes dari salib terbalik yang terbuat dari kayu ebony.
Satu pertanyaan terlintas, "Bagaimana caranya aku bisa lepas dari sana?"
Namun sepertinya hal ini sudah tidak penting lagi, karena saat ini Maut berdiri dihadapanku.
Pilihanku hanya dua: menghampiri Maut dengan cutter di lenganku, atau membiarkan Maut menghampiriku dengan sabit yang teracung diatas kepala..
Keputusan mana yang harus ku ambil?

Kamis, 03 Februari 2011

A Moment Suspended in Time

No time to talk, no time to talk
You know the drill

Under my desk, this can't be it
I've only dreaming, I've got to be dreaming
But I can't get up
No time to talk, not this time
This is my place, this is where I arrange

It's so funny how we see things so clear
When we have enough time left to live